KESABARAN, SYUKUR DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM RIAU YANG TINGGAL DI ASRAMA KAMPUS
DOI:
https://doi.org/10.35760/psi.2025.v18i2.462Keywords:
Asrama kampus, Kesabaaran, Mahasiswa, Subjective Well-being, SyukurAbstract
Kesabaran dan syukur merupakan dua aspek psikologis yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif mahasiswa, khususnya pada mahasiswa yang tinggal di lingkungan asrama dengan budaya dan aktivitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris sejauh mana kesabaran dan rasa syukur memengaruhi subjective well-being mahasiswa Universitas Islam Riau yang menetap di asrama Al-Munawarrah. Populasi penelitian berjumlah 144 mahasiswa penghuni asrama, sedangkan sampel penelitian terdiri atas 116 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan tingkat kesalahan sebesar 1%. Data penelitian dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0 M3. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesabaran dan rasa syukur memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap subjective well-being mahasiswa. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat kesabaran dan rasa syukur yang lebih tinggi cenderung menunjukkan kesejahteraan subjektif yang lebih baik. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai landasan dalam merancang program pembinaan mahasiswa berbasis nilai-nilai keislaman serta menjadi referensi bagi penelitian berikutnya yang mengkaji faktor-faktor kesejahteraan psikologis mahasiswa.
References
Aghababaei, N., & Tabik, M. T. (2015). Patience and mental health in Iranian students. Iranian Journal of Psychiatry and Behavioral Sciences, 9(3), 1–4. https://doi.org/10.17795/ijpbs-1252
An-Najar, K. S. (2014). Berbuat baik, ibadahnya orang-orang shaleh. Media Cita Qiblati.
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi. Pustaka Belajar.
Bulbul, A. E., & Izgar, G. (2018). Effects of the patience training program on patience and well-being levels of university students. Journal of Education and Training Studies, 6(1), 159–168. https://doi.org/10.11114/jets.v6i1.2900
Devinta, M. (2016). Fenomena culture shock (gegar budaya) pada mahsiswa perantauan di Yogyakarta. E-Societas, 5(3), 1–15.
Diener, E. (1984). Subjective well-being. Psychological Bulletin, 95(3), 542–575. https://doi.org/ 10.1037/0033-2909.95.3.542
Diener, E., Lucas, R. E., & Oishi, S. (2002). Subjective well-being: The science of happiness and life satisfaction. Dalam C. R. Snyder & S. Lopez (Eds.), Handbook of Positive Psychology (pp. 463–473). Oxford University Press.
Diener, E., & Ryan, K. (2009). Subjective well-being: A general overview. South African Journal of Psychology, 39(4), 391-406. https://doi.org/10.1177/008124630903900402
Froh, J. J., Yurkewicz, C., & Kashdan, T. B. (2009). Gratitude and subjective well‐being in early adolescence: Examining gender differences. Journal of Adolescence, 32(3), 633-650. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2008.06.006
Haq, M. S., Diponegoro, A. M., & Purwadi, P. (2021). Hubungan antara kebersyukuran dan subjective well-being pada perawat wanita dan bidan di RSU Sis Al-Djufrie Palu. Psyche Journal, 14(2), 148–152. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v14i2.29
Hidayat, A., Arief, Y., Widiantoro, D., & Putri, A. (2024). The influence of patience and hardiness personality on homesickness behavior among out-of-town students: An Islamic psychology perspective. Psikis Jurnal Psikologi Islami, 10(1), 47–58.
Jauziyah, I. A. Q. A. (2006). Kemuliaan sabar dan keagungan syukur. Alih bahasa: M. A. Salamulloh. Mitra Pustaka.
Lubis, H., Ramadhani, A., & Rasyid, M. (2021). Stres akademik mahasiswa dalam melaksanakan kuliah daring selama masa pandemi COVID-19. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 10(1), 31-39. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v10i1.5454
McCullough, M. E., Emmons, R. A., & Tsang, J.-A. (2002). The grateful disposition: A conceptual and empirical topography. Journal of Personality and Social Psychology, 82(1), 112–127. https://doi.org/10.1037/0022-3514.82.1.112
Mukhlis, H., & Koentjoro. (2016). Pelatihan kebersyukuran untuk menurunkan kecemasan menghadapi ujian nasional pada siswa SMA. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology, 1(3), 203–215.
Myers, D. G., & Diener, E. (1995). Who is happy? Psychological Science, 6(1), 10–19. https://doi.org/10.1111/j.1467-9280.1995.tb00298.x
Nisfiannor, M., Rostiana, R., & Puspasari, T. (2004). Hubungan antara komitmen beragama dan subjective well-being pada remaja akhir di Universitas Tarumanagara. Jurnal Psikologi, 2(1), 74–93.
Oetami, P., & Yuniarti, K. W. (2011). Orientasi kebahagiaan siswa SMA: Tinjauan psikologi indigenous pada siswa laki-laki dan perempuan. Humanitas: Indonesian Psychological Journal, 8(2), 105. https://doi.org/10.26555/humanitas.v8i2.458
Purba, J., Yulianto, A., & Widyanti, E. (2007). Pengaruh dukungan sosial terhadap burnout pada guru. Jurnal Psikologi, 5(1), 77–87.
Putri, S. A., & Sawitri, D. R. (2017). Hubungan antara hardiness dengan stress akademik pada taruna tingkat II Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Jurnal Empati, 6(4), 319–322.
Ramzan, N., & Rana, S. A. (2014). Expression of gratitude and subjective well-being among university teachers. Middle-East Journal of Scientific Research, 21(5), 756–762.
Rohi, M. M., & Setiasih, S. (2019). Hubungan ketangguhan dengan kesejateraan psikologis mahasiswa perempuan yang merantau dari luar Provinsi Jawa Timur. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Univesitas Surabaya, 7(2), 3738–3751.
Rusdi, A. (2016). Patience in Islamic psychology and its measurement. The 3rd Inter-Islamic University Conference on Psychology, 1–13.
Safaria, T. (2014). Forgiveness, gratitude, and happiness among college students. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 3(4), 241–245.
Safaria, T. (2018). Perilaku keimanan, kesabaran dan syukur dalam memprediksi subjective well-being remaja. Humanitas, 15(2), 127-136. https://doi.org/10.26555/humanitas.v15i2.5417
Sativa, A. R., & Helmi, A. F. (2013). Syukur dan harga diri dengan kebahagiaan remaja. Wacana, 5(2).
Schnitker, S. A. (2012). An examination of patience and well-being. The Journal of Positive Psychology, 7(4), 263–280. https://doi.org/10.1080/17439760.2012.697185
Siregar, S. (2017). Metode penelitian kuantitatif. Kencana.
Subandi, S. (2011). Sabar: Sebuah konsep psikologi. Jurnal Psikologi, 38(2), 215–227. https://doi.org/doi.org/10.22146/jpsi.7654
Sugiyono, S. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tristiawati, P. (2022, August 7). Diduga depresi nilai akademiknya buruk, mahsiswa di Tangerang nekat bunuh diri. Liputan 6.
Ward, C., & Kennedy, A. (1993). Psychological and socio‐cultural adjustment during cross‐cultural transitions: A comparison of secondary students overseas and at home. International Journal of Psychology, 28(2), 129-147. https://doi.org/10.1080/00207599308247181
Wibisono, M. (2017). Hubungan antara keberyukuran dan kesejahteraan subjektif pada mahasiswa Skripsi (tidak diterbitkan). Universitas Islam Indonesia.
Wood, A. M., Joseph, S., & Maltby, J. (2009). Gratitude predicts psychological well-being above the Big Five facets. Personality and Individual Differences, 46(4), 443–447. https://doi.org/10. 1016/j.paid.2008.11.012
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Universitas Gunadarma 