WORK-LIFE BALANCE DAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN INDUSTRI MANUFAKTUR
DOI:
https://doi.org/10.35760/psi.2025.v18i2.467Keywords:
Karyawan industri manufaktur, Kepuasan kerja, Work-life balanceAbstract
Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Karakteristik pekerjaan pada sektor ini umumnya ditandai oleh tuntutan produktivitas, target kerja, serta pengaturan waktu yang mengharuskan karyawan mampu menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan kehidupan pribadinya. Di dalam konteks tersebut, work-life balance menjadi faktor yang penting karena dapat memengaruhi bagaimana karyawan menilai dan merasakan kepuasan terhadap pekerjaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara empiris pengaruh work-life balance terhadap kepuasan kerja pada karyawan industri manufaktur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Partisipan penelitian adalah 183 karyawan industri manufaktur yang berusia antara 25 hingga 45 tahun dan telah bekerja minimal selama enam bulan. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa work-life balance memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja pada karyawan industri manufaktur, sehingga semakin baik work-life balance dan pekerjaan yang dimiliki karyawan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerjanya.
References
Ahmadiansah, R. (2020). Psikologi industri & organisasi: Tinjauan motivasi dan kepuasan kerja. Yogyakarta: Kreasi Total Media.
Ahmaddien, I. (2023). Effect of work-life balance on employee performance mediated by job satisfaction. Jurnal Ilmiah Edunomika 8(1), 1-10. https://doi.org/10.29040/jie.v8i1. 11228
Allen, T. D., Herst, D. E., Bruck, C. S., & Sutton, M. (2000). Consequences associated with work-to-family conflict: A review and agenda for future research. Journal of Occupational Health Psychology, 5(2), 278–308. https://doi.org/10.1037//10768998.5 .2.278
Brough, P., Timms, C., O'Driscoll, M. P., Kalliath, T., Siu, O., Sit, C. & Lo, D. (2014). Work-life balance: A longitudinal evaluation of a new measure across Australia and New Zealand workers. The International Journal of Human Resource Management, 25, 2724-2744. https://doi.org/10.1080/09585192.2014.899262
Fauzi, R. (2018). Hubungan antara work life balance dengan stres kerja pada perawat wanita. Skripsi (tidak diterbitkan). Universitas Islam Indonesia.
Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441–456. https://doi.org/10.1037/a0016737
Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work-family balance. Dalam J. C. Quick & L. E. Tetrick (Eds.), Handbook of occupational health psychology (pp. 165-184). American Psychological Association. https://doi.org/10.2307/j.ctv1chs29w.14
Haar, J. M., Russo, M., Sune, A., & Ollier-Malaterre, A. (2014). Outcomes of work-life balance on job satisfaction, life satisfaction and mental health: A study across seven cultures. Journal of Vocational Behavior, 85, 361-373. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2014.08.010
Johari, J., Tan, F. Y., & Zulkarnain, Z. I. T. (2018) Autonomy, workload, work-life balance and job performance among teachers. The International Journal of Educational Management, 32, 107-120. https://doi.org/10.1108/IJEM-10-2016-0226
Kelly, E. L., Moen, P., Oakes, J. M., Fan, W., Okechukwu, C., Davis, K. D., Hammer, L., Kossek, E., King, R. B., Hanson, G., Mierzwa, F., & Casper, L. (2014). Changing work and work-family conflict: Evidence from the work, family, and health network. American Sociological Review, 79(3), 485-516. https://doi.org/10.1177/000312241453 1435
Lestari, P. A., & Setyaningrum, R. P. (2024). The influence of work-life balance and job stress on job satisfaction mediated by burnout in generation Z employees in the manufacturing sector MM2100. Jurnal Ekonomi, 13(02), 555–563.
Pramesti, R. H., Santiasih, I., Kusminah, I. L., & Pratomo, U. H. B. (2024). Hubungan beban kerja mental, stres kerja, dan motivasi terhadap tingkat konsentrasi operator crane perusahaan galangan kapal. Jurnal Teknologi Maritim, 7(1). https://doi.org/10.35991/ jtm.v7i1.8
Rachman, N., A. Musa, Z., E., A. Hardiyono. Latiep, F., I. Herison, R. (2023). Manajemen sumber daya manusia (pengelolaan sdm pada pelayaran). Makassar: Nas Media Pustaka.
Rosadah, S. A., Ardyanto, D., Mandagi, A. M., & Irwanto, B. S. P. (2024). Hubungan beban kerja fisik dan beban kerja mental terhadap kelelahan kerja pada pekerja las PT PAL Indonesia. Insologi: Jurnal Sains dan Teknologi, 3(4), 359-368. https://doi.org/10. 55123/insologi.v3i4.3444
Santika, F. E. (2024). Tenaga kerja sektor industri Indonesia gapai 19.34 juta orang pada 2023. Diakses pada 2 Januari 2025, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/01/ 02/tenaga-kerja-sektor-industri-indonesia-gapai-1934-juta-orang-pada-2023.
Sirgy, M. J., & Lee, D. J. (2018). Work-life balance: An integrative review. Applied Research in Quality of Life, 13(1), 229-254.
Spector, E., P (1997). Job satisfaction: Application, assessment, causes, and consequences. Thousand Oaks. California: Sage Publication.
Talukder, A. K. M., Vickers, M., & Khan, A. (2018). Supervisor support and work-life balance. Personnel Review, 47, 727-744. https://doi.org/10.1108/pr-12-2016-0314
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Universitas Gunadarma 