MEMAHAMI PENYEBAB ANAK MUDA MEMILIH BERADA DALAM HUBUNGAN TANPA STATUS: STUDI LITERATUR
DOI:
https://doi.org/10.35760/psi.2025.v18i1.397Keywords:
Hubungan tanpa status, Komitmen, PacaranAbstract
Generasi muda saat ini, terutama kelompok Gen Z, semakin banyak yang memilih menjalani hubungan tanpa status (HTS) sebagai bentuk relasi romantis. Pola hubungan ini dianggap lebih sesuai dengan nilai kebebasan dan fleksibilitas yang berkembang pada kalangan anak muda karena tidak menuntut adanya komitmen yang jelas antara kedua pihak. Meskipun demikian, ketiadaan komitmen tersebut sering kali membuat hubungan sulit berkembang menuju tahap yang lebih serius, seperti pernikahan. Tinjauan pustaka ini dilakukan melalui penelusuran artikel ilmiah pada Google Scholar dengan kriteria publikasi dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh sepuluh penelitian yang dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa HTS semakin umum ditemukan pada remaja dan dewasa muda. Hubungan ini dipilih karena memberikan keleluasaan dalam menjalin kedekatan tanpa ikatan formal. Walaupun tidak memiliki status resmi, HTS tetap dapat melibatkan rasa percaya, kepuasan hubungan, dan kedekatan emosional. Selain itu, HTS memiliki kemiripan dengan casual relationship dan friends with benefits. Namun, minimnya komitmen berpotensi menimbulkan hubungan yang tidak pasti serta berbagai konsekuensi emosional dan psikologis bagi individu yang terlibat.
References
Ambesa, A. P., Kelpitna, C. Z., & Tobing, N. H. (2024). Dampak orbiting terhadap individu korban hubungan tanpa status. Jurnal Multidisiplin Inovatif, 8(4), 1-7.
Aryadi, K. A., Aurellia, C., Aurelia, S., Gunawan, J., Harjanto, A. I., Kharisma, C. G., Rembulan, C. L., Dorkas, M. A., & Puspieta, P. A. (2024). Persepsi emerging adulthood tentang hubungan tanpa status (HTS). Jurnal Experentia, 12(2), 148-167. https://doi.org/10.33508/exp.v12i2. 5589
Aziz, E. R. (2019). Pengaruh flexing dalam hubungan tanpa status dari apliksai kencan online bumble pada anak muda di Sidoarjo dalam pencarian jodoh. Jurnal Heritage, 12(2), 169-178. https://doi.org/10.35891/heritage.v12i2.5851
Barus , D. B., Monteiro, Y. H., Peni, F. M., Dadi, T., Kleden, M. F., & Alexandro, F. (2024). Pengaruh komitmen terhadap kesetiaan pasang suami istri yang berselingkuh di Desa Nebe. Abidumasy: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 98-104. https://doi.org/10.33752 /abidumasy.v5i02.7231
Desmardi, A. B., Nurhadi, Z. F., & Pratiwi, R. M. (2024). Makna tren casual relationship bagi remaja di kota Bandung. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO, 9(2), 335-349. https://doi.org/10.52423/ jikuho.v9i2.196
Handayani, L., Lestari, D. A., Nirmala, P., & Sijabat, R. (2025). Persepsi sosial pada hubungan tanpa status di kalangan remaja. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 2(1b), 2228-2234. https://doi.org/10. 32672/mister.v2i1b.2855
Jundiyana, H., & Noorizki, R. D. (2024). Kelekatan di masa dewasa awal pada individu yang menjalin hubungan tanpa komitmen. Flourishing Journal, 4(1), 21-30. https://doi.org/10. 17977/um070v4i12024p21-30
Kosasih, C. E., Solehati, T., Utomo, W., Heru, H., & Sholihah, A. R. (2021). Determinants factors of high-risk sexual behavior pregnancy among adolescent in Indonesia. Journal of Medicine Science 9(T6), 69-79. https://doi.org/10.3889/oamjms.2021.7338
Nuraini, V. M., Matongan, K. B., Maulana, A., Silitonga, G. D., & Bangun, M. A. (2023). Hubungan tanpa komitmen pada mahasiswa yang menjalankan friends with benefit (FWB). Parade Riset Mahasiswa, 1(1), 159-168.
Riska, H., & Khasanah, N. (2023). Faktor yang memengaruhi fenomena menunda pernikahan pada generasi Z. Indonesian Health Issue, 2(1), 48-53. https://doi.org/10.47134/inhis.v2i1.44
Shafa, K. M., Ekasari, A., & Muslimah, A. I. (2024). Commitment dan agreeableness dengan forgiveness dalam menghadapi konflik pada dewasa muda yang menjalin hubungan. Soul: Jurnal Ilmiah Psikologi, 16(2), 111-129. https://doi.org/10.33558/soul.v16i2.10643
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Universitas Gunadarma 