DISTORSI KOGNITIF DAN PEMIKIRAN BUNUH DIRI

Clara Moningka, Rani Agias Fitri

Abstract


Narkoba merupakan masalah sosial yang tiada berakhir. Ketergantungan terhadap narkoba

menimbulkan berbagai dampak yang mengkhawatirkan, seperti depresi dan kecenderungan

bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh distorsi kognitif

terhadap pemikiran bunuh diri pada pasien panti rehabilitasi narkoba. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa distorsi kognitif memiliki korelasi positif yang signifikan dengan

pemikiran bunuh diri pada pasien panti rehabilitasi narkoba sebesar 0.516 (p

0.005). Daripenelitian diperoleh kontribusi 5 aspek CDS pada pemikiran untuk bunuh diri. Hasil

perhitungan menunjukkan bahwa aspek putus asa (hopelessness) memberikan kontribusi

terbesar (31,5%) pada pemikiran bunuh diri. Aspek ini juga memiliki korelasi paling besar

dibandingkan dengan aspek lain (r = 0.561, p

≤ 0.005).Abstract

Narcotic drugs is an endless social problem. Narcotic dependency can cause several

devastating impacts such as depression and suicidal tendency. This study aimed to

investigate the influence of cognitive distortion on suicidal thought among patients in a drug

rehabilitation facility. Study result suggested that cognitive distortion had a significant

positive correlation of 0.516 (p

. 005) with suicide thought. The study also found fivecontributing CDS aspects on suicidal thought. Hopelessness as one of the CDS aspects

contributes 31.5% on the suicidal thought. This aspect also showed the highest correlation

compare to the other aspects (r = 0.561, p

0.005).


Full Text:

Abstract


Copyright ©2009 Universitas Gunadarma