DESAIN RETROFIT UNTUK OPTIMASI RUANG TERBUKA HIJAU DI TAMAN JALUR HIJAU KOSAMBI, JAKARTA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.35760/dk.2025.v24i2.234Kata Kunci:
ruang terbuka hijau, strategi retrofit, Taman Jalur Hijau KosambiAbstrak
Pertumbuhan kota sering kali menyebabkan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), terutama di kawasan metropolitan yang padat. Di Jakarta Barat, ketersediaan RTH saat ini masih jauh di bawah ambang batas 14% yang ditetapkan, sehingga menimbulkan tantangan bagi kualitas lingkungan, inklusivitas sosial, dan ketahanan iklim. Penelitian ini menyusun strategi retrofit skematik untuk Taman Jalur Hijau Kosambi yang belum berfungsi optimal. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif yang mengacu kepada konsep universal design, community-based placemaking, dan nature-based solutions. Tujuan utama penelitian ini adalah merumuskan kerangka spasial strategis guna meningkatkan aksesibilitas, inklusivitas, dan fungsi ekologis tanpa memerlukan pembebasan lahan atau pembangunan baru. Studi ini mengidentifikasi lima kesenjangan utama pada kondisi taman saat ini: aksesibilitas terbatas, kurangnya fasilitas inklusif, lemahnya fungsi sosial, keterhubungan transportasi yang buruk, serta kapasitas ekologis yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kesenjangan tersebut dievaluasi berdasarkan standar desain dan diterjemahkan menjadi usulan pada tingkat skematik. Intervensi yang diusulkan meliputi penambahan ramp dan guiding block, zona sosial lintas usia, integrasi transportasi, serta peningkatan ekologi. Penelitian ini berkontribusi pada rencana penataan ulang RTH yang kurang dimanfaatkan di kawasan perkotaan. Kerangka skematik yang diusulkan dapat diadaptasi untuk lokasi serupa guna mendukung pengembangan kota yang lebih inklusif, adaptif dan berpusat pada manusia.
Unduhan
Referensi
Bona, S., Silva-Afonso, A., Gomes, R., Matos, R., & Rodrigues, F. (2023). Nature-Based Solutions in Urban Areas: A European Analysis. Applied Sciences (Switzerland), 13(1). https://doi.org/10.3390/app13010168
Bush, J., & Doyon, A. (2019). Building urban resilience with nature-based solutions: How can urban planning contribute? Cities, 95. https://doi.org/10.1016/j.cities.2019.102483
Chartier, H., Frost, L., & Pountney, C. (2021). Green and Thriving Neighbourhoods: A pathway to net zero, featuring the ‘15-minute city.’ C40 Cities and Arup.
DCKTRP Jakarta Barat. (2022). Jalur Hijau Kosambi, Album Peta Dokumen Penataan Kawasan Pusat Kota Adm. Jakarta Barat. Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat.
Ghavampour, E., & Vale, B. (2019). Revisiting the “model of place”: A comparative study of placemaking and sustainability. Urban Planning, 4(2 Public Space in the New Urban Agenda: Research into Implementation). https://doi.org/10.17645/up.v4i2.2015
Imrie, R. (2012). Universalism, universal design and equitable access to the built environment. Disability and Rehabilitation, 34(10). https://doi.org/10.3109/09638288.2011.624250
Kabisch, N., Frantzeskaki, N., Pauleit, S., Naumann, S., Davis, M., Artmann, M., Haase, D., Knapp, S., Korn, H., Stadler, J., Zaunberger, K., & Bonn, A. (2016). Nature-based solutions to climate change mitigation and adaptation in urban areas: Perspectives on indicators, knowledge gaps, barriers, and opportunities for action. Ecology and Society, 21(2). https://doi.org/10.5751/ES-08373-210239
Krasniqi, K., Demiraj, G., Godanca, F., & Segall, S. (2020). Inclusive Safe and Accessible Public Space. UN Habitat.
Michelle, B., & Satwiko, P. (2024). Striking a Balance Between Nature and Development: Investigating Private Green Spaces using ENVI-met. Journal of Regional and City Planning, 35(3). https://doi.org/10.5614/jpwk.2024.35.3.4
Muhammad, A. R., Sulistyantara, B., & Thajono, B. (2025). Analisis Aksesibilitas dan Tingkat Penggunaan Ruang Terbuka Hijau Publik Kota Kendari. Jurnal Lanskap Indonesia, 17(2). https://doi.org/10.29244/jli.v17i2.56291
PENYEDIAAN DAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU, Pub. L. 14/2022, PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2022 (2022).
Peraturan Menteri No 14/PRT/M/2017, 14 PUPR (2017).
RENCANA DETAIL TATA RUANG WILAYAH PERENCANAAN PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Pub. L. No 31, Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta (2022).
Roggema, R. (2012). Swarming Landscapes. In Advances in Global Change Research (Vol. 48). https://doi.org/10.1007/978-94-007-4378-6_8
Sharifi, A., & Yamagata, Y. (2014). Resilient urban planning: Major principles and criteria. Energy Procedia, 61. https://doi.org/10.1016/j.egypro.2014.12.154
Steinfeld, E., & Maisel, J. (2012). Universal Design: Creating Inclusive Environments. In John Wiley & Sons.
Syukri, A., & Purnomo, E. P. (2023). ANALISIS PERBANDINGAN GREEN URBANISM DI KOTA JAKARTA DAN SURABAYA. Jurnal Pengembangan Kota, 11(1). https://doi.org/10.14710/jpk.11.1.37-48
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.