HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK MUHAMMADIYAH 4 CILEUNGSI

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.35760/jbs.2026.v4i1.149

Kata Kunci:

Kualitas, Tidur, remaja putri, anemia, hemoglobin

Abstrak

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri, terutama akibat meningkatnya kebutuhan zat besi serta kehilangan darah saat menstruasi. Selain itu, kualitas tidur yang buruk diduga turut memengaruhi terjadinya anemia karena berperan dalam proses metabolisme dan pembentukan sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Muhammadiyah 4 Cileungsi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 147 remaja putri yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Hb digital. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 72,8% responden memiliki kualitas tidur yang buruk, ditandai dengan durasi tidur yang kurang dan adanya gangguan tidur. Selain itu, 56,5% responden teridentifikasi mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan kejadian anemia. Kesimpulannya, kualitas tidur berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Remaja dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan yang memiliki kualitas tidur baik. Oleh karena itu, perbaikan kualitas tidur perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan anemia.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] R. Wratsangka et al., “Anemia among medical students from Jakarta, Indonesia: Iron deficiency or carrier thalassemia?,” Anemia, 2024, doi: 10.1155/2024/4215439.

[2] L. Priliani et al., “Mapping anemia prevalence across Indonesia,” Asia Pac. J. Clin. Nutr., vol. 34, no. 3, pp. 430–439, 2025, doi: 10.6133/apjcn.202506_34(3).0017.

[3] M. Mulianingsih et al., “Nutritional deficiency anemia status among adolescent girls in North Lombok District,” Open Public Health J., vol. 17, no. 1, 2025, doi: 10.2174/0118749445353728241130164045.

[4] F. S. Sigit et al., “Factors influencing the prevalence of anaemia in female adolescents,” Clin. Epidemiol. Glob. Health, vol. 25, 2024, doi: 10.1016/j.cegh.2023.101500.

[5] World Health Organization, “Anaemia in women and children,” WHO, 2025.

[6] M. Asrullah et al., “Sleep quality, depression, and the risk of anaemia in adolescents,” Stress Health, 2025, doi: 10.1002/smi.70046.

[7] T. Permatasari et al., “Hubungan asupan zat besi dengan status anemia remaja putri di Kota Bogor,” J. Kesehat. Masy., vol. 4, no. 2, pp. 95–101, 2020.

[8] S. K. Agarwal, “Lifestyles and their association with hematological diseases,” Asian Hematol. Res. J., vol. 6, no. 1, pp. 21–33, 2022.

[9] J. Ampofo et al., “Impact of sleep quality on cognitive functions among students,” Front. Sleep, vol. 4, 2025, doi: 10.3389/frsle.2025.1537997.

[10] A. Ananda et al., “Risk factor analysis of diet on anemia incidence,” J. Biol. Trop., vol. 25, no. 4, pp. 4821–4827, 2025.

[11] A. N. Asmara et al., “Health counseling to increase knowledge about anemia in adolescents,” Kolaborasi, vol. 2, no. 3, pp. 254–261, 2022.

[12] M. Asrullah et al., “Sleep quality and risk of anemia in adolescents,” Stress Health, 2025.

[13] A. Budiarti et al., “Studi fenomenologi penyebab anemia pada remaja,” J. Kesehat. Mesencephalon, vol. 6, no. 2, 2021.

[14] Y. Chen et al., “Sleep quality assessment and monitoring,” Brain Res., vol. 1810, 2023.

[15] R. Choudhary et al., “Morphological pattern of anemia,” J. Evol. Med. Dent. Sci., vol. 9, no. 8, pp. 468–473, 2020.

[16] N. L. Fitri et al., “Relationship between nutrition, physical activity, and sleep quality to anemia,” World J. Adv. Res. Rev., vol. 24, no. 2, pp. 990–995, 2024.

[17] K. Pibriyanti et al., “Correlation of sleep quality and diet quality with hemoglobin levels,” Amerta Nutr., vol. 9, no. 3, pp. 486–495, 2025.

[18] J. L. V. Corrons and E. Krishnevskaya, “Rare anemias in adolescents,” Acta Biomed., vol. 92, no. 1, 2021.

[19] A. Febriani et al., “Hubungan kualitas tidur dengan konsentrasi belajar,” JOMIS, vol. 9, no. 2, 2025.

[20] Salwa and S. Sumarmi, “Hubungan kualitas tidur dan konsumsi teh dengan anemia,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 5, no. 3, pp. 7045–7054, 2024.

[21] M. N. H. Syah et al., “Anemia status of adolescent girls and contributing factors,” Bul. Penelit. Kesehat., vol. 53, no. 2, pp. 49–60, 2025.

[22] M. H. H. Maulana et al., “Pengaruh kualitas tidur terhadap sel darah merah,” J. Public Health Sci., vol. 2, no. 1, pp. 34–41, 2025.

[23] R. Rosdiana and L. Suryani, “Hubungan kualitas tidur dengan risiko anemia,” JUBIDA, vol. 4, no. 1, pp. 133–151, 2025.

[24] Y. I. Wardani et al., “Hubungan kualitas tidur dengan kejadian anemia,” J. Innov. Res. Knowl., vol. 4, no. 9, pp. 6651–6658, 2025.

[25] S. Nirmala et al., “Hubungan siklus menstruasi dan kualitas tidur dengan anemia,” Bioscientist, vol. 12, no. 1, pp. 1316–1326, 2024.

[26] T. Anggita and K. Anwar, “Correlation of sleep quality and anemia,” J. Glob. Nutr., vol. 3, no. 2, pp. 257–266, 2023.

[27] U. Kalsum et al., “Hubungan asupan Fe dan kualitas tidur dengan anemia,” J. Gizi Ilm., vol. 10, no. 1, pp. 17–21, 2023

Diterbitkan

2026-01-31

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Subekti, A., & Hayuningsih, S. (2026). HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK MUHAMMADIYAH 4 CILEUNGSI. Jurnal Bidan Srikandi, 4(1), 1-8. https://doi.org/10.35760/jbs.2026.v4i1.149

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.