EFEKTIVITAS KONSUMSI DAUN MORINGA OLEIFERA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI
DOI:
https://doi.org/10.35760/jbs.2026.v4i1.160Kata Kunci:
ASI, Moringa oleifera, Ibu MenyusuiAbstrak
Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, namun masih banyak ibu menyusui yang mengalami masalah produksi ASI yang kurang optimal. Salah satu upaya nonfarmakologis yang banyak digunakan di masyarakat adalah pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai galaktagogum alami karena kandungan nutrisi dan fitokimianya yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsumsi daun Moringa oleifera terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel penelitian adalah ibu menyusui yang memenuhi kriteria inklusi, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan konsumsi daun Moringa oleifera selama periode tertentu, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan indikator volume ASI dan kecukupan ASI bayi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil: Terdapat peningkatan produksi ASI yang signifikan pada kelompok intervensi setelah konsumsi daun Moringa oleifera dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Kesimpulan: Konsumsi daun Moringa oleifera efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun kelor dapat direkomendasikan sebagai alternatif galaktagogum alami yang aman dan mudah diperoleh di masyarakat.
Unduhan
Referensi
(1) World Health Organization, Infant and Young Child Feeding, Geneva, Switzerland, 2023.
(2) Kementerian Kesehatan RI, Laporan Indikator Pemberian ASI Eksklusif – Sigizi Kesga Triwulan I, 2025.
(3) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, “Jatim Catat Cakupan ASI Eksklusif 78,8 %,” 2024.
(4) D. Prastanti and V. Indrawati, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Alun-Alun Kabupaten Gresik,” Jurnal Gizi dan Kesehatan, vol. 15, no. 1, pp. 107–118, 2023.
(5) R. A. Lawrence and R. M. Lawrence, Breastfeeding: A Guide for the Medical Profession, 8th ed. Amsterdam, Netherlands: Elsevier, 2016.
(6) Y. Liao et al., “Herbal galactagogues for lactation: A systematic review,” Journal of Human Lactation, vol. 37, no. 2, pp. 354–365, 2021.
(7) N. Q. Al Istiqomah, “Kue Semprit Substitusi Tepung Daun Kelor dan Tepung Kacang Hijau untuk Mencegah Anemia Pada Wanita Usia Subur,” Frontiers in Neuroscience, vol. 14, no. 1, pp. 1–13, 2021.
(8) M. C. P. Estrella, J. B. V. Mantaring, G. Z. David, and M. A. Taup, “A double-blind, randomized controlled trial on the use of Moringa oleifera for augmentation of the volume of breastmilk among non-nursing mothers of preterm infants,” Philippine Journal of Pediatrics, vol. 49, no. 1, pp. 3–6, 2000.
(9) N. T. Purnanto, L. Himawati, and N. Ajizah, “Pengaruh konsumsi teh daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI di Grobogan,” Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, vol. 9, no. 3, p. 268, 2020, doi: 10.31596/jcu.v9i3.630.
(10) F. Perrianty and H. Saputra, “Analisis fitokimia dan manfaat ekstrak daun kelor (Moringa oleifera),” Pharmacon Journal, vol. 1, no. 2, 2024.
(11) Nuhu, “Potential of Moringa oleifera leaves in improving maternal nutrition and lactation,” 2010.
(12) F. Zakaria et al., “Supplementation of Moringa oleifera and its effect on breast milk production among postpartum mothers,” 2016.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Bidan Srikandi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Universitas Gunadarma 