Konsep Hunian Layak ala Ahok-Djarot vs Anies-Sandi - Berita terkini hari ini

Dilansir dari media berita terkini hari ini indonesia , Basuki Tjahaja Purnama (ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mantap dengan program rumah susun sewa atau Rusunawa yang sudah di jalankannya selama ini. Meski menuai sejumlah pro dan kontra pasangan ini mantap bahwa program ini merupakan konsep yang paling tepat untuk warga Ibu Kota. Kondisi Ibu Kota yang minim lahan kosong menjadikan konsep membangun secara vertikal merupakan konsep penyediaan perumahan ideal di Ibu Kota saat ini. Konsep Rusunawa ini menyasar masyarakat kurang mampu, Seperti yang berpenghasilan sesuai Upah Minimum Warga relokasi dari bantaran sungai, pelayan dan pekerja harian lepas. Dengan hanya membayar 150 hingga 450 ribu rupiah, warga sudah bisa menempati Rusunawa beserta dengan sejumlah fasilitas yang sudah di sediakan.

Namun Rusunawa bukan tanpa celaan, mulai dari rumah susun yang di sewakan kepada pihak lain oleh penghuninya hingga tunggakan sewa rusun yang di anggap masih belum terjangkau masih menjadi problematika. Selain itu penggusuran juga menjadi momok menakutkan yang mengiringi wacana rumah susun.

"pindah kalau sekarang kamu bayangi ya kamu pintu masuk ke rusun KTP kamu di urusi langsung kamu naik bus semua tidak bayar nanti seluruh Jakarta Loh anak kamu dapat KJP kalau bisa masuk perguruan tinggi negeri kita kasih 18 juta tahun depan ada evaluasi terus ada dokter lagi terus anak kamu bermain ada taman ada mau kerja apa kita bantu mau usaha apa kita bantu yang ribet itu tentu ada kamu lahirin anaknya mungkin gak sepotorus" ujar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok Calon Gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu berita terbaru hari ini, pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta dan Wakilnya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, menggagas program pemilikan rumah dengan uang muka 0%. Masyarakat di minta menabung selama 6 bulan untuk pengganti uang muka kemudian mencicil selama 15 hingga 30 tahun dengan cicilan sekitar 2,3 juta/bulan. Dengan program ini pasangan ini berharap masyarakat Jakarta dapat memiliki rumah. Program yang di canangkan ini masih di ragukan dan mendapat kritikan dari berbagai pihak. Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardoyo mengatakan program ini menyalahi ketentuan, menurutnya kredit properti harus memiliki minimum uang muka.

"Alhamdulillah sekarang warga masyarakat jauh lebih percaya dan ternyata BI sendiri sudah memberikan klarifikasi bahwa peraturan BI memperbolehkan selama itu adalah program Pemerintah dan ada payung perundang-undangannya dan kita akan coba melakukan pembicaraan dengan DPRD bahwa ini nanti payungnya adalah Perda" ucap Sandiaga Uno Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Tidak sampai di situ, wacana rumah susun DP 0% ini pun sempat di sentil Djarot di salah satu kampanyenya. Selain tidak mungkin terwujud menurut Djarot sulit menemukan mitra perbankkan yang menyediakan kredit pemilikan rumah tanpa uang muka. Terlepas dari program siapa yang paling tepat untuk memperbaiki permasalahan klasik Djakarta saat ini, siapa pun yang akan memimpin Ibu Kota di harapkan mampu membawa masyarakat keluar dari penyakit Urban yang di derita selama ini.