PERENCANAAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK CIKINI GOLD CENTER

Ega Julia Fajarsari, Sri Wulandari

Abstract


Dalam pembangunan suatu konstruksi pertama – tama sekali yang dilaksanakan dan
dikerjakan dilapangan adalah pekerjaan pondasi (struktur bawah) barulah kemudian
melaksanakan pekerjaan struktur atas. Pembangunan suatu pondasi sangat besar
fungsinya pada suatu konstruksi karena pondasi merupakan bagian terpenting dalam
bangunan. Untuk itu adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan
pondasi yaitu sifat tanah yang akan dibangun, beban-beban yang terjadi, dan material
yang digunakan. Karakteristik jenis tanah pada proyek pembangunan Cikini Gold Center
ini adalah tanah kohesif atau tanah berbutir halus. Untuk itu, dalam perhitungan daya
dukung ujung tiang menggunakan metode Mayerhof dan daya dukung selimut tiang
menggunakan metode Metode Alpha (Tomlinson). Perhitungan penurunan tiang tunggal
menggunakan metode semi empiris dan penurunan kelompok tiang menggunakan metode
empiris yang dikeluarkan oleh Meyerhof. Penulangan pondasi mengacu pada SNI 03-
2847-2002 tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh dimensi pondasi tiang bor dengan diameter 1 m
serta panjang tiang 20 m. Daya dukung terbesar adalah sebesar 419,84 ton. Penurunan
terbesar yang terjadi adalah sebesar 0,01 m. Fondasi menggunakan tulangan 40d16
untuk tulangan longitudinal dan d13 – 30 untuk tulangan geser. Tebal pile cap terbesar
yang digunakan berukuran 1.5 m serta menggunakan tulangan antara d32 – 20 sampai
d32 – 100. Harga beton untuk satu pondasi sebesar Rp 12.952.500,00 dan harga beton
untuk seluruh pondasi yang digunakan sebesar Rp 2.137.162.500,00.

Full Text:

FULL PAPER