BAGAIMANAKAH PROFIL INDIVIDU YANG MEMANFAATKAN PERBANKAN DIGITAL DI INDONESIA?

Ismu Lisara

Abstract


Dengan menggunakan data survei dari World Bank Global Findex tahun 2014 yang melibatkan 1.000 orang responden di Indonesia, penelitian ini mengaplikasikan estimasi probit untuk memeriksa karakteristik individu seperti apakah yang sudah memanfaatkan perbankan digital (mobile money banking) di Indonesia. Temuan awal penelitian ini dengan sinifikan menunjukkan bahwa di Indonesia, semakin tinggi pendidikan seorang individu, maka akan semakin besar peluang bagi individu tersebut untuk menggunakan atau memanfaatkan perbankan digital. Meskipun bukan profil individu yang signifikan mempengaruhi pemanfaatan perbankan digital, terdapat kecenderungan bahwa seorang wanita menurunkan peluang dalam memanfaatkan perbankan digital, artinya perbankan digital lebih banyak dimanfaatkan oleh kaum pria. Namun yang menarik adalah kaum wanita justru cenderung mempunyai peluang yang lebih tinggi untuk memiliki rekening di lembaga keuangan di Indonesia. Pembukaan rekening adalah tahapan mendasar agar masyarakat dapat memiliki akses menuju lembaga keuangan, sehingga hal ini menjadi penting dalam upaya memperluas kemampuan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses keuangan dari lembaga keuangan resmi. Temuan lainnya adalah, terdapat kecenderungan bahwa makin lanjut usia seorang individu (hingga usia tertentu), makin tinggi kemungkinan untuk memiliki rekening pada lembaga keuangan, namun makin sedikit memanfaatkan perbankan digital. Penulis berharap temuan awal dari penelitian ini dapat membantu memberi gambaran maupun arah bagi pembuat kebijakan dalam merancang program keuangan inklusif yang mampu menyerap dan melibatkan lebih banyak lagi masyarakat Indonesia untuk memiliki akses terhadap lembaga keuangan.

 

Kata kunci: Inklusi Keuangan, Perbankan Digital, Estimasi Probit.

Full Text:

PDF


Copyright ©2009 Universitas Gunadarma