ANALISIS ANTRIAN DAN TUNDAAN AKIBAT LAMPU LALU LINTAS DAN PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API MENGGUNAKAN METODE ANTRIAN DETERMINISTIK (STUDI KASUS: PERLINTASAN KERETA API TANJUNG BARAT JAKARTA SELATAN)

Neneng Winarsih, Nahdalina Nahdalina

Abstract


Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar antrian dan tundaan akibat lampu lalu lintas dan penutupan pintu perlintasan kereta api di Tanjung Barat Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode antrian deterministik. Hasil pengamatandi lokasi, menunjukkan akibat adanya penutupan pintu perlintasan kereta api, dapat mengurangi nilai kapasitas pada jam sibuk pagi sebesar 28,4% dan pada jam sibuk sore sebesar 13,8 %. Berdasarkan perhitungan derajat kejenuhan, diketahui lokasi tersebut dalam kondisi Oversaturated. Besarnya rata-rata antrian selama 2 jam sibuk pagi jika terjadi penutupan pintu perlintasan sebesar 309 smp/lajur dan jika tidak ada penutupan pintu perlintasan kereta sebesar 131 smp/lajur. Besarnya peningkatan antrian karena adanya penutupan pintu perlintasan kereta api pada jam sibuk pagi sebesar 136 %.Besarnya rata-rata tundaan selama 2 jam sibuk pagi jika terjadi penutupan sebesar 39,98 menit/smp. Rata-rata tundaan jika tidak ada penutupan pintu 14,22 menit/smp.Besarnya rata-rata antrian selama 2 jam sibuk sore jika terjadi penutupan pintu perlintasan sebesar 238 smp/lajur. Besarnya rata-rata antrian jika tidak ada penutupan pintu perlintasan kereta sebesar 136 smp/lajur. Besarnya peningkatan antrian karena adanya penutupan pintu perlintasan kereta api pada jam sibuk sore sebesar 75%. Rata-rata tundaan selama 2 jam sibuk sore, jika terjadi penutupan pintu perlintasan kereta api sebesar 6,69 menit/smp, sedangkan jika tidak ada penutupan pintu perlintasan sebessar 3,82 menit/smp.

 

Kata kunci: Antrian, Arus Jenuh, Kapasitas, Perlintasan Kereta Api, Tundaan.


Full Text:

PDF


Copyright ©2009 Universitas Gunadarma